Ilham.Menulis

Sebagian besar isi kepala saya

Pesan Terakhir

Aku duduk di barisan paling depan, berjejer dengan puluhan orang lainnya.  Dengan sebelah mata kutatap keseluruhan dekorasi ruangan ini. Kain-kain sutra dan gorden dinding, lantai pualam dan marmer, bunga-bungaan disana-sini, serta sebuah altar melengkung yang dihiasi oleh sepasang merpati di bagian atasnya. Semuanya beraksen putih, bahkan sampai kursi yang kududukipun dilapisi oleh kain putih. Sialan, Semuanya tepat seperti yang sudah dibayangkan olehnya, tepat seperti impian yang berulang kali dia bisikan ke telingaku.

Kualihkan pandanganku ke depan, tepat dibawah altar melengkung kulihat mereka. Kedua mempelai itu tampak sangat bahagia. Kombinasi emosi, pencahayaan, dan make-up membuat mereka berdua tampak luar biasa, bersinar dan berpendar dalam balutan blitz kamera. Dengan penuh semangat aku ikut bertepuk tangan saat mereka memotong kue setinggi satu setengah meter, juga ketika mereka saling menyuapi satu sama lain.

Kau gila… apa yang sedang kita lakukan disini?

Aku kembali teringat sebuah percakapan dengan salah seorang sahabatku tiga tahun yang lalu. Saat itu kami juga sedang menghadiri sebuah upacara pernikahan, tepatnya upacara pernikahan mantan kekasih sahabatku itu.

Jelas-jelas dia sudah menyakitimu. Dia lebih memilih pria itu daripada kamu, yang selama ini jauh lebih menyayanginya daripada siapapun di muka bumi ini, dan kamu masih dengan santainya mengajaku datang ke upacara pernikahannya.. Atas dasar apa? Kerelaan? Jiwa besar? Atau jangan-jangan balas dendam?

Aku harus datang..

Iya tapi untuk apa? Agar penderitaanmu lengkap? Belum puaskah kau mendapatkan sakit dari waktu dia dengan gampangnya membuangmu seperti tisu toilet bekas? Ah! Ini bunuh diri namanya, ternyata cinta itu cuma bikin otakmu pindah ke dengkul!

Kau tak mengerti Dre..

Jangan coba bilang frasa klise seperti Cinta tak harus memiliki Ton.. kita berdua sama-sama tau kalau itu cuman akal-akalan para pengecut.

Gak akan Dre, aku kesini untuk tujuan lain..

Apa?

Suatu hari mungkin kamu bakal ngerti Dre.. tapi aku sangat berharap kalau kamu sebaiknya tak usah mengerti alasannya sampai kamu mati nanti.

Bullshit!

Dan sekarang aku mengerti alasannya..

Benar-benar mengerti.

Dia datang bukan karena berjiwa besar, ataupun karena dia sudah merelakan gadis itu.. Bukan pula untuk balas dendam dengan mengahncurkan pesta pernikahannya. Ada alasan lain.

Satu-persatu tamu undangan mulai berdiri, adat istiadat setempat membuat kami harus berbaris dan menyalami kedua mempelai itu sambil memberikan ucapan selamat.

Aku ikut berbaris, tak sampai lima menit kemudian aku sudah ada di hadapan kedua mempelai itu. Kutatap lekat-lekat kedua mata mempelai pria, kuberikan dengan jelas ekspresi wajah jijikku kepadanya, seperti baru saja melihat seonggok kotoran yang menempel diatas mobil yang baru saja selesai dicuci.

Setelah menyalaminya pandanganku beralih kepada sang mempelai wanita, makhluk jalang yang sampai enam bulan yang lalu masih menjadi kekasihku.

Kutatap matanya selama lima detik, kunikmati setiap detiknya, kuamati setiap pergerakan iris dan pupilnya, kuresapi setiap momennya, seakan ini adalah saat terakhir aku melihatnya, dan memang begitu..

Ya, demi saat inilah sahabatku datang ke pernikahan mantan kekasihnya dulu, dan dengan alasan yang sama pula aku datang kesini.

Kuberikan sebuah senyuman paling manis yang bisa kubuat saat ini.

Ternyata kamu mau datang, Makasih Dre..

Dia ikut tersenyum, aku mengangguk.

Kemudian kudekatkan bibirku ke telinganya.

Selamat Vi, kamu baru saja membuat kesalahan terbesar dalam hidup kamu.. Kuharap kamu akan menyesali setiap detik yang kamu habiskan dengannya. Setiap detiknya Vi… Seumur hidup kamu. Aku akan memastikannya lewat doa yang kupanjatkan setiap hari.

 

***

5 Tanggapan untuk Pesan Terakhir

  1. Orin April 24, 2012 pada 6:17 AM

    Keren bgt deh Ilham ;)

    • ilhammenulis April 24, 2012 pada 11:21 AM

      makasih mbaaak :D

  2. intenratna April 29, 2012 pada 12:43 PM

    tadinya kupikir si tokoh mau membunuh tokoh cewenya #hupfft

    • ilhammenulis April 30, 2012 pada 5:04 AM

      kecewa ya.. ckckckck

      • intenratna Mei 7, 2012 pada 4:13 AM

        ga juga sih, cuma bakal lebih seru aja kali ya fufufu #tawakejam

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.532 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: