Tadi malam, masih dalam rangka merapikan blog. Saya kembali membaca serial yang dibuat buat pada masa awal notes masih happening di Facebook. Catatan-catatan yang kemudian saya post ulang di blog ini beberapa waktu setelahnya.

Catatan-catatan tersebut sebagian besar menceritakan tentang keseharian saya bersama kawan-kawan satu kost pada masa awal kuliah. di sebuah kost-kostan milik Pak Pentol yang terletak di gang Kalimongso, Bintaro.

Persahabatan yang kala itu tak ada dari kami yang mengira, akan berjalan begitu lama dan mengakar begitu kuat. Sampai detik ini.

Well, karena itu adalah tulisan-tulisan saya yang kala itu masih ABG, rasanya lucu sekaligus ngenes jika dibaca saat ini. Selain dari gaya bahasa saya yang kala itu masih banyak terpengaruh tulisan-tulisan di buku komedi semisal Kambing Jantannya Raditya Dika, perilaku kamipun ternyata tidak ada bedanya dengan anak mahasiswa baru pada umumnya. Penuh semangat, jahil, naif, labil, dan lepas. Kami bisa tertawa ngakak bahkan untuk hal yang sepertinya tak lucu sekalipun.

Sekaligus bernostalgia, dalam postingan ini saya ingin kembali menelusuri jejak kami. Seperti apa kami saat itu? Sudah sejauh apa kami melangkah? Apakah mimpi-mimpi kami yang dulu telah tercapai? dan hal-hal sentimentil lainnya.

Beware, it will be a long post.

peta
Semacam Denah Kost Pak Pentol (2008)
denah 2
Denah Kost Pak Haji (2010)
  • PRIMA

Prima adalah penghuni pertama yang datang tahun itu. Perawakannya bulat dan gempal, rambutnya senantiasa dipotong pendek. Prima adalah seorang anak riang dan supel. Di antara kami semua, mungkin dialah yang paling murah senyum, rajin tertawa riang, serta memiliki jaringan pertemanan paling luas.

Dia juga adalah satu-satunya dari kami yang gemar berbisnis. Namun sepertinya, alasan terkuat Prima dalam berbisnis bukanlah uang, tapi passion. Karena jika alasannya adalah uang, saya yakin dia akan berhenti mencoba ketika telah berkali-kali gagal mencoba dan merugi jutaan rupiah. Tapi tidak, baginya satu langkah mundur harus dibayar dengan dua langkah maju. Setiap kegagalannya adalah serupa biaya yang harus dia keluarkan untuk belajar, belajar agar kelak tidak mengulangi kegagalan yang sama.

Bisnis pulsa, makanan ringan, buku USM, flashdisk, cetak pin dan kaos, bimbingan belajar, ikut investasi bodong, dan banyak bisnis lainnya pernah dia coba. Yang luar biasa adalah, dia tak pernah lupa untuk mengajak teman-temannya untuk terlibat.

Misal ketika mencetak pin atau kaus, dia akan meminta saya untuk ikut mendesain, ketika bisnis pulsa, dia mengajak Galih dan Kang Mas untuk ikut menjadi agen, atau ketika membuka Bimbel, pengajarnya ya kami-kami juga yang diajak pertama kali. Kalaupun tidak bisa terlibat secara langsung, minimal ketika usahanya berhasil, dia tak pernah lupa untuk mengajak dan “mensubsidi” kami makan-makan di restoran.

Kamar Prima terletak paling depan, dekat dengan akses pintu keluar, televisi, dan donat yang dikirim reguler untuk menjadi cemilan kami. Kala itu kamar Prima adalah basecamp film. Dalam satu minggu, satu atau dua kali kami akan menyewa VCD dari Ultra Disc (yang sekarang sayangnya sudah tutup), kemudian ditonton beramai-ramai lewat laptop miliknya.

Di kamar itu juga, dengan membaca buku-buku novel miliknya, serta melihatnya sangat rajin memposting catatan dan puisinya di Facebook, saya mendapatkan keberanian untuk mempublikasikan tulisan saya. Sebelumnya sebagian besar tulisan saya hanya tersimpan dan berserakan di berbagai buku tulis.

Namun, beberapa orang pernah berkata bahwa orang yang paling sering tertawa adalah orang yang menyembunyikan banyak kesedihan. Entah dengan Prima, tapi kami juga sering berbagi cerita. Cerita yang biasanya tentang cinta, tentang kesedihan, dan masa lalu yang pahit.

Seperti saya pada masa-masa itu, Prima sempat memendam perasaan cukup lama kepada seorang perempuan. Susah move on, kalau istilahnya sekarang. Sempat mencoba untuk menjalin hubungan baru dan ngefans dengan beberapa wanita lain, akhirnya tahun 2009 saya yang merasa kasihan mengenalkannya kepada Fini, salah satu sahabat saya semasa SMA dulu.

Awalnya Prima merasa enggan, sampai pada suatu sore, saat pertandingan Persib di tengah hujan disiarkan di televisi, dia memberanikan diri untuk mengirim SMS kepada Fini. And their love story began. 

Kisah cinta itupun tidaklah melulu mulus. Banyak gejolak yang terjadi pada hubungan mereka, diselingi, godaan, keraguan, kecemburuan, keputusasaan, pokoknya drama ala film korea, sampai pada akhirnya keduanya menikah pada tahun 2014 silam.

IMG_7465.JPG
Pernikahan Pentolers #1: Prima <3 Fini

2012, setelah lulus dari D3, Prima, Iqbal dan saya magang di kantor yang sama. KPP Pratama Tegallega, di Kota Bandung. KPP itu letaknya tepat bersebelahan dengan pasar induk, sehingga setiap pagi, terutama hari jumat saat kami olahraga, seringkali tercium bau jengkol di seantero lapangan kantor.

Di tempat ini kualitas bekerja Prima semakin terlihat. Rajin dan ulet, walaupun sempat diselingin insiden dia menolak ditempatkan di satu seksi, karena merasa tidak akan bisa belajar banyak di seksi itu. Ada juga sih sebenarnya insiden kursi yang patah saat dia duduki, tapi sengaja tidak saya tuliskan di sini.

2013, Setelah satu tahun magang bersama, akhirnya dia ditempatkan di KPP Pratama Bau-Bau, Sulawesi, Seksi Pelayanan. Nah, pada tahun inilah Prima melamar Fini, konon dia cepat-cepat melamar Fini karena takut tidak jadi menikah gara-gara jarak mereka yang berjauhan. Dan memang selama bulan-bulan pertama pernikahan, mereka sempat merasakan Long Distance Marriage.

2015, Prima berhasil melanjutkan studi ke D4, dan kembali ke Jakarta, namun baru satu semester, dia harus keluar lebih awal. Setelahnya, dia ditempatkan ulang di Kanwil Sulselbartra, yang berada di Kota Makassar. Tak patah arang, sesampaianya di sana Prima langsung mengajukan sekolah lagi, walaupun harus memulai dari awal. Dia ingin membuktikan bahwa dia bisa, dan hal itu terbukti dari IPnya yang sempurna (4) di semester awal Perguruan Tinggi tersebut.

Di sana dia bekerja di Bagian Hubungan Masyarakat. Bagian yang telah lama dia idam-idamkan untuk ditempati. di bagian ini dia bisa menyalurkan dengan maksimal minat dan kemampuannya.

2017, Saat ini Prima hidup dengan bahagia di Kota Makassar. LDM yang dia jalani telah lama berakhir, dia tinggal berdua dengan Istrinya. Di Kota Makassar Prima sudah terkenal dan sering diundang menjadi bintang di acara talkshow televisi.

WhatsApp Image 2017-04-02 at 12.04.10.jpeg
Mungkin sebentar lagi jadi pejabat.
  • GALIH

Galih adalah orang kedua yang datang ke rumah kost Pak Pentol. Perawakannya tinggi dan kurus. Rambutnya lurus, dan terkadang terlihat memakai kacamata. Galih adalah pribadi yang tenang dan pendiam. Jika diibaratkan, dia adalah serupa boneka matryoskha yang memiliki banyak lapisan. Butuh waktu sampai dia membuka lapisannya satu-persatu dan memperlihatkan sosok aslinya kepada kami semua. Kami sangat bersyukur karena dia mau melakukannya. Nyatanya dibalik semua sifat pendiam dan cool vibre yang dia miliki. Galih adalah orang yang menyenangkan dan senang bercanda, walau kadang timing bercandanya meleset.

10201233.png
tapi mungkin saja kami yang terlalu bodoh..

Galih pernah mengatakan bahwa dia adalah makhluk invisible. Ada tapi seringkali terlupakan. Saya awalnya tidak percaya, sampai Prima bercerita bahwa ketika mereka pertama kali bertemu di kost, keduanya bersalaman seolah-olah tidak saling mengenal satu sama lain. Padahal mereka dulu satu SMP, bahkan pernah satu kelas. Tapi Prima tidak ingat.

Di antara kami, Galih adalah yang paling multitalent dan kreatif. Dia bisa melakukan banyak hal ajaib dengan laptopnya. Membuat program, membuat game, menyanyi dan menggubah lagu, membuat animasi flash, bahkan sampai membuat komik, bisa dia lakukan.

Suatu hari, ketika kami sedang menonton film di kamar Prima, ternyata timing subtitlenya tidak pas, alih-alih mengunduh aplikasi yang sudah ada, Galih dengan segera membuat sendiri program untuk mensinkronkan subtitle film.

Saya dan Galih juga pernah mencoba membuat game RPG bersama dengan menggunakan aplikasi RPG Maker. Dia yang membuat script dan sistemnya, saya yang membuat narasinya. Sayangnya kami berhenti sebelum gamenya selesai. Galih pernah berkata bahwa suatu hari nanti dia bakal lanjut lagi membuat game tersebut, tapi sepertinya sampai saat ini tidak pernah terlaksana.

Kamar Galih berada berseberangan dengan kamar lainnya. ukurannya lebih kecil, namun lebih panjang. Di antara kami, dia adalah orang yang paling sering terlihat pintu kamarnya tertutup. Bisa karena sedang tidur, atau memang sedang ingin sendirian. Galih juga lebih sering memilih untuk berkunjung ke kamar teman yang lain daripada kamarnya dikunjungi. Pada intinya adalah, dia sangat menghargai jarak dan privasi.

Galih juga kala itu sering menggalaukan perempuan. Bedanya dengan saya dan Prima, perempuan yang dia galaukan di saat bersamaan ada banyak. Atau setidaknya terlihat seperti itu. Namun untuk masalah ini, dia mungkin lebih sering bercerita kepada Prima atau Hadi, atau mungkin juga seringnya dia simpan sendiri. Karena informasi yang saya terima sepotong-sepotong setiap kalinya. Yang jelas Galih dulu pernah menyesal karena terlambat mengungkapkan perasaannya kepada seorang perempuan.

Pada suatu hari, Galih melihat foto seorang perempuan di laptop Prima. Perempuan itu teman sekelas Prima semasa SMA dulu, yang juga ternyata adalah teman SD saya. Feni namanya. Tapi pada masa itu Feni hanyalah menambah daftar perempuan yang digalaukan oleh Galih.

Seiring dengan berjalannya waktu, dan mungkin karena terlalu sering di “cie-cie”in oleh kawan-kawan yang lain, akhirnya mereka menikah.

12718189_10206478333532432_9188930723212920677_n
Pernikahan Pentolers #5: Galih <3 Feni

2011, Setelah lulus, Galih menjadi pegawai BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dan ditempatkan di Jakarta, sampai saat ini.

2013, dia menjadi yang pertama melanjutkan studi di antara kami.

2016, tahun ini bisa disebut tahun yang paling membahagiakan untuk Galih. Dia dan Feni menikah pada tanggal 6 Maret 2016, urutan ke lima di antara kami. Pada tahun yang sama dia juga menjadi yang pertama lulus studi diantara kami, dan yang pertama diberi dinas Luar Negeri, tepatnya ke Jepang.

2017, Galih saat ini sedang bersiap untuk memasuki babak baru dalam kehidupannya, babak yang akan menggenapi keutuhan rumah tangganya. Kini dia tengah bersiap untuk menjadi seorang ayah!

pp
Calon Pentolers Junior #3
  • HADI

Berselang satu hari setelah kedatangan Prima dan Galih, Hadi ikut bergabung di kost Pak Pentol. Prima pernah bercerita bahwa impresi pertamanya kepada Hadi kurang mengenakan, karena Hadi melengos ketika diajak bersalaman. Padahal Hadi sepertinya tidak melihat uluran tangan Prima.

Berbeda dari penghuni yang lain, Hadi adalah orang betawi asli, dan tinggal di Ciganjur. Hal pertama yang memang harus diakui, dia relatif memiliki paras lebih tampan dibandingkan dengan kami semua.

Ketampanan itu dimanfaatkan dengan baik oleh Hadi. Dia mungkin satu-satunya dari kami yang kala itu memiliki kekasih, atau setidaknya jarang terlihat galau dan sering sekali teleponan dengan perempuan. Selama masa kuliah, dia sepertinya telah beberapa kali ditembak oleh perempuan. dan seorang pria, tapi saya nggak enak nulisnya.

Keunggulan Hadi dibandingkan dengan kami semua tidak berhenti sampai di situ. Dia juga unggul dalam hal akademik dan atletik.

Hadi secara konsisten memiliki nilai baik di kelasnya semenjak semester awal sampai dengan akhir. Kamarnya yang berada di sebelah kamar Prima selalu berubah menjadi kamar berguru ketika masa-masa UTS dan UAS.

Di bidang atletik, Hadi sangat lihai bermain bola. Hadi bisa bermain sama baiknya di posisi Midfield sebagai Playmaker atau sedikit maju ke depan sebagai Trequartista. Dulu kami pernah sekali dua kali bermain futsal antar kosan. Galih jadi Kiper, Prima jadi Bek, Hadi dan Iqbal pemain tengah, dan saya menjadi penggenap. Strategi kami kala itu tidak jauh dari strategi Portugal bersama dengan Ronaldo. Tak diayal, kami sangat jarang menang.

portuguese-tactics-kick-off-pass-to-ronaldo-did-ronaldo-score-2792456
bisa juga mengganti nama Hadi dengan Iqbal..

2011, setelah lulus Hadi bersama kawan-kawan lain yang ber IPK oke, ditempatkan di Lapangan Banteng, Jakarta. bisa dibilang dia yang paling beruntung dalam hal ini.

2015, Lama tak terdengar kabar, Hadi ternyata lolos test untuk melanjutkan Studi ke D4, bersama saya, Prima, dan Iqbal. Kami berdua bahkan satu kelas saat semester sembilan.

2016, Hadi menikah, dan segera setelahnya, istrinya hamil. Pada titik ini kemampuan mengolah bolanya belum juga meluntur, padahal sudah banyak teman sejawatnya yang pensiun.

2017, Hadi kembali bertugas di Biro Umum Setjen, Jakarta. dan kini dia telah memiliki seorang putera.

17636943_585270361675191_8431165095720861996_o
Pentolers Junior #3

 

WhatsApp Image 2017-04-03 at 20.56.04
Pernikahan Pentolers #3: Hadi <3 Annisa

 

WhatsApp Image 2017-04-03 at 22.25.22.jpeg
Kapan mau pensiun, mas Hadi Nuryl?
  • IQBAL

sebenarnya tidak tinggal di Kost Pak Pentol. Dia sebagaimana Kang Mas dan Tatang, mereka adalah bagian dari Pentolers Extended Universe. Kami baru satu kost ketika pindah ke Kost Pak Haji pada tahun 2010. Sebelumnya Iqbal tinggal di sebuah rumah Kost di daerah Sarmili, Rumah kost yang sama dengan yang pernah ditempati kakaknya dulu ketika masih menjadi mahasiswi di kampus ini.

Tapi memang sejak awal iqbal sangat sering berkunjung, bahkan menginap di kost. Selain karena posisi kost kami lebih dekat ke kampus dan cocok dijadikan tempat persinggahan di sela kuliah, ini juga karena saya dan dia memang telah berteman jauh sebelum kami masuk kuliah. Rumah kami tidak terpisah terlalu jauh. Orangtua kami saling mengenal satu sama lain, dan kami berdua satu sekolah di SD dan SMP.

Iqbal berasal dari keluarga yang sangat besar. Dia adalah anak ke 9 dari 11 bersaudara. Dia pernah bercerita bahwa saking banyaknya anak, ibunya seringkali lupa siapa saja nama anak-anaknya. Dan karena jumlah kamar di rumahnya terbatas, dia tidak punya kamar tetap sampai saat ini.

Bisa dibilang bahwa kami adalah teman seperjuangan. Sewaktu SD kami sama-sama berjuang menamatkan game Pokemon Blue yang dimainkan di komputer. Namun karena Iqbal kala itu tidak bisa dengan bebas bermain komputer di rumahnya, dia memasukan game itu ke floppy disk, dan menumpang bermain di komputer orang lain, termasuk komputer saya. Begitu juga jika bermain PS. Iqbal tidak punya PS, tapi punya memory cardnya. Sehingga dia bisa menumpang menamatkan game di rumah teman-temannya yang lain. Hal ini terbawa sampai kuliah, Iqbal menyelesaikan tugas akhirnya hanya dengan bermodal sebuah flashdisk. Dia mengerjakan tugas akhirnya di komputer siapa saja yang sedang tidak dipakai.

Pada masa awal-awal Ragnarok Online dan Gunbound hadir di Indonesia. Kami sama-sama sering berjuang dan mengambil paket 24 jam ketika akhir pekan tiba. Sampai akhirnya sistem voucher diterapkan, dan kami merasa permainan itu sudah tidak lagi terjangkau untuk dimainkan.

Bedanya, walaupun sering bermain game online, Iqbal tetap saja pintar, sementara saya terjun ke papan tengah. Aspek inilah yang sebenarnya menyebabkan saya dulu agak malas untuk mengajaknya main ke rumah, atau sekadar menyebutkan namanya di depan orangtua saya setelah pembagian raport. Karena orangtua saya pasti langsung bertanya. “Kalau Iqbal ranking berapa?”

Iqbal mirip seperti Hadi, yang sama-sama unggul di bidang akademik dan atletik. Bedanya, Iqbal tidak hanya jago bermain bola, tetapi berbagai jenis olahraga lainnya dia kuasai. Jika saat pekan mahasiswa tiba, Iqbal seringkali ikut dalam berbagai bidang olahraga sekaligus. Mungkin karena itulah diantara kami, badannya yang paling terlihat berotot dan atletis.

Di antara semua rekan yang lain, Iqbal adalah yang paling sering mendengar curhatan saya. Ketika ada masalah yang terjadi, baik itu keluarga, atau asmara, dia selalu siap mendengarkan. Dia juga adalah teman yang paling sering saya mintai bantuan dan repotkan. Itulah alasan kenapa di antara semua teman-teman yang lain, istri saya paling sering cemburu kepada Iqbal.

1322974365211.png
Fist bump: No homo, bro..

 

2012, saya dan Iqbal menjadi Pager Bagus di pernikahan teman satu angkatan kami. Di pernikahan inilah Iqbal berkenalan dengan adik sang mempelai wanita, Ulfa, yang kala itu masih berstatus sebagai siswi SMA.

2013, setelah magang bersama saya dan Prima di KPP Pratama Tegallega, Iqbal ditempatkan di KPP Penanam Modal Asing, Jakarta. Wajar saja mengingat IPKnya yang berada di antara kaum elite.

2015, Iqbal dimutasi ke Kantor Pusat, bagian Organisasi dan Tata Laksana, tapi tak lama kemudian dia berhasil lolos seleksi untuk melanjutkan Studi D4 di STAN.

2016, setelah menjalani pasang surut hubungan dengan ABG selama empat tahun, Iqbal akhirnya menikah. Sayangnya dia harus menjalani LDM, karena istrinya setelah lulus kuliah ditempatkan di Aceh.

2017, Kami lulus D4, dan entah akan berpetualang ke mana lagi.

Capture.PNG
Karena perbedaan tinggi yang sangat signifikan, dia terpaksa cangegang di foto ini.
WhatsApp Image 2017-04-04 at 13.06.13.jpeg
Pentolers #6: Iqbal <3 Ulfa
  • TATANG

Sama dengan Iqbal, Tatang baru bergabung dengan kami saat pindah ke kost pak haji pada tahun 2010. Walaupun memang kami satu organisasi daerah, awalnya Tatang sering berkunjung karena dia satu jurusan dengan Prima. Lama kelamaan dia jadi dekat dengan semua penghuni Kost.

Di antara kami semua, Tatang adalah yang paling nyunda. logat Banjarannya cukup kental. rambutnya kriting, tapi biasanya dipotong sangat pendek. karena jika dibiarkan panjang bentuknya menyerupai rambut Edi Brokoli.

1618312_503827433060983_2127207487_o
Exhibit A
IMG-20140613-WA0004
Exhibit B

Di kampus kami, dia terkenal sebagai pentolannya Slankers. Di tembok kamarnya terpajang bendera slank dengan ukuran cukup besar, setiap kali pergi ke acara apapun, pokoknya harus bawa bendera Slank. Diapun tidak pernah lupa untuk menyetel lagu-lagu Slank setiap hari. Konon hal itu membuat hari-harinya menjadi tambah bersemangat.

Tatang sebenarnya tidak terlalu menyukai hal-hal yang berbau Korea, kecuali satu orang. Dia dulu adalah penggemar berat Shin Min-Ah yang bermain di drama Korea My Girlfriend is a Gumiho.

Yang paling luar biasa dari Tatang adalah… Rumahnya.

Dua kali pernah berkunjung ke sana, kami semua takjub. Karena jarak dan medan yang sulit itu harus dilalui oleh Tatang setiap hari saat pergi ke Kantor. yang lebih kerena, dia kala itu menggunakan motor vespa.

2011, Setelah lulus, Tatang magang di KPP Pratama Bandung Karees. di bagian timur kota Bandung.

2013, Tatang bersama saya mendapatkan penempatan di Provinsi Riau. Bedanya, dia di Riau Daratan, sedangkan saya di Riau Kepulauan. Tatang bertugas di KPP Pratama Rengat. Karena masih termasuk ke dalam satu Kantor Wilayah, kami seringkali bertemu di saat ada Diklat atau pelatihan. Pada saat pernikahan Prima, Tatang mengenalkan kami pada seorang perempuan yang bernama Devi.

2016, Tepat tanggal 1 Januari 2016, Tatang menikah dengan Devi.

2017, Sampai saat ini, dia masih bertugas sebagai Account Representative di KPP Pratama Rengat, Riau, bersama dengan istri dan putrinya.

16402863_1343399369067911_8295517100529725858_o
Pentolers Junior #2

 

14718881_1188910377850145_4885434755820204916_n
Pentolers #3: Tatang <3 Devi
  • KANG MAS

Mas Mochammad Ramdhani, atau yang sering dipanggil Kang Mas, berusia satu tahun di atas kami. Dia dulu adalah senior Prima ketika SMA, namun masuk ke kampus bersamaan dengan angkatan kami.

Kang Mas sudah kami anggap sebagai kakak sendiri. Pembawaannya tenang dan kalem, wajahnya lembut, tutur katanya halus, ilmu agamanya luar biasa. Dulu dia seringkali mengajak kami untuk ikut kajian-kajian. Tapi saat itu hanya Galih yang konsisten ikut, sisanya entah ke mana.

Walaupun tidak pernah satu kost, dia adalah bagian dari kami. Karena memang sehari-hari sering berkunjung dan bergaul bersama kami.

Sebenarnya, awalnya saya berniat mengenalkan Fini (Istri Prima) kepada Kang Mas. Karena saya rasa keduanya cocok. Tapi Kang Mas kala itu tidak tertarik, sehingga Prima langsung menyambar kesempatan yang ada.

Dibalik semua sisi manisnya, Kang Mas adalah orang yang jahil dan ganjen. Dulu dia sering sekali iseng menggoda mengajak ngobrol mbak-mbak waitress di tempat kami makan.

Sayangnya, setelah penempatan, kami menjadi sangat jarang berkomunikasi. Karena halangan jarak dan sinyal. Diapun jarang memberitahukan kabarnya di social media. Seakan sengaja menghilang atau menyepi.

2011, setelah kelulusan, Kang Mas magang bersama dengan Tatang dan beberapa kawan lain, di KPP Pratama Karees, Bandung.

2013, dia mendapatkan amanah untuk menjaga daerah perbatasan Indonesia timur, di KPP Pratama Manokwari. Pada tahun inilah kami semua terakhir kali bertemu dengannya. saat DTU dan DTSD.

2016, Kang Mas pindah dari Manokwari. Dia diangkat menjadi Account Representative di KPP Pratama Ambon.

Selesai.

Tak terasa postingannya sudah hampir 3000 kata. Awalnya saya ingin menambahkan cerita tentang diri saya sendiri. Tapi setelah ditimbang-timbang, sebaiknya saya membuat postingan lain untuk itu. Karena postingan ini saya dedikasikan untuk mereka, kawan-kawan lama yang sepertinya akan terus menjadi kawan-kawan selamanya.

Advertisements

6 thoughts on “Pentolers – Sembilan Tahun Kemudian

  1. Ngangenin emang, masa muda kita.. Terima kasih telah mengabadikan cerita cerita tentang kita ham.. Mantap.. Sekarang, saya satu2 nya orang yg kerjaan nya agak menyimpang, yaitu “ngoding”.. Wkwkw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s