[Cerpen] – Pena Penggambar Senyuman

[Cerpen] – Pena Penggambar Senyuman

 

Pagi itu, Maya tak dapat menemukan pena penggambar senyuman miliknya. Awalnya dia pikir benda itu terjatuh dari wastafel, tapi tak ada apapun di lantai kamar mandi. Setengah jam berikutnya dia habiskan untuk mencari-cari pena itu di seluruh bagian kamar tidurnya, sampai dia menyadari bahwa dirinya sudah hampir terlambat untuk mengejar kereta pagi.

Continue reading “[Cerpen] – Pena Penggambar Senyuman”

Advertisements

[Cerpen] – Persona

Seorang pria berjalan dengan santai di sepanjang jalan setapak yang terbuat dari batu kali yang sudah kusam, menuju ke sebuah taman. Wajahnya tirus, tulang pipi dan dagunya menonjol dengan jelas. Kulitnya sedikit pucat. Di bawah kelopak matanya ada sebuah kantung berwarna kehitaman. Kantung itu bergerak naik turun seiring dengan kedipan matanya. Rambutnya panjang, terlihat sedikit basah seperti baru dibilas, pun dengan kumis dan janggutnya, terpotong dengan rapi.

Senyum merekah selalu terlihat di bibirnya sepanjang dia berjalan.
Continue reading “[Cerpen] – Persona”