[Serial] Rantai – Prolog

NISKALA

Seperti sore-sore yang lalu, Niskala duduk beralaskan lumut yang tumbuh di atas bebatuan di puncak bukit. Mulutnya sibuk mengigiti batang ilalang. Menikmati sensasi pahit-hambar yang menggerayangi lidahnya. Pandangannya menerawang, melihat ke atas dan bawah secara berkala. Beralih antara memperhatikan pendar jingga langit dengan arak-arakan awan yang beranjak menghilang dan rona hijau padang rumput di bawah lembah dengan arak-arakan hewan ternak yang beranjak pulang.

Angin kencang tiba-tiba berhembus. Membuat rambutnya acak-acakan. Niskala meraih karet gelang dari pergelangan tangannya. Dia menyisir rambutnya dengan jari ke belakang, lalu mengikatnya.

Continue reading “[Serial] Rantai – #1”

Advertisements

[Serial] Rantai – Prolog

[Serial] Rantai – Prolog

Yudi berlari sekencang yang dia bisa. Langkahnya kecil namun lincah, sepatu boot hitamnya melibas habis semak belukar dan dedaunan singkong yang tumbuh di bawah kakinya. Peluh menetes deras dari dahinya. Merembes sampai ke kerah kaos birunya yang kumal. Napasnya pendek-pendek dan nyaris habis. Tapi dia belum boleh berhenti berlari, setidaknya sampai dia bisa menceritakan apa yang baru saja dia temukan barusan.

Continue reading “[Serial] Rantai – Prolog”